Jakarta - Majalah Time memasukkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam deretan nama 100 tokoh berpengaruh 2009 dalam kategori "Pemimpin dan Tokoh Revolusioner". Sebanyak 20 tokoh masuk kategori ini, selain SBY adalah PM Inggris Gordon Brown, Menlu Hillary Clinton, raja narkoba Meksiko Joaquin Guzman, Senator AS Edward Kennedy, Wakil PM Israel Avigdor Lieberman, dan Presiden Barack Obama.
"TIME 100 bukanlah daftar orang paling kuat di dunia, ini juga bukan daftar orang paling pintar di dunia, ini adalah daftar orang paling berpengaruh di dunia," tulis Redaktur Pelaksana TIME Rick Stengel dalam rilisnya, Kamis (30/4).
"Mereka adalah saintis, pemikir, filsuf, pemimpin, ikon, artis, visionaris. Orang-orang menggunakan ide-ide mereka, visi-visi mereka, aksi mereka mengubah dunia dan memberi dampak pada banyak orang," tambahnya.
Yang istimewa, TIME memasukkan komentar mantan wakil perdana menteri yang kini memimpin kubu oposisi di Malaysia, Anwar Ibrahim, atas kiprah SBY. Anwar menilai bahwa sejak menang Pemilu 2004, SBY telah berhasil membawa Indonesia tetap bertahan di setiap tantangan, bahkan selama resesi global yang tengah terjadi saat ini. "Pemilu presiden mendatang memberi peluang yang baik bagi Yudhoyono berkat upayanya memenuhi sebagian besar program yang dia janjikan," papar tokoh Malaysia ini.
"Sejarah perjalanan demokrasi Indonesia mungkin tidak begitu lama, namun bangsa ini telah menunjukkan bahwa rakyatnya tidak akan memilih lagi presiden yang tidak memenuhi janji-janjinya," sambung Anwar yang sempat dipenjara dengan tuduhan sodomi setelah berbeda pendapat dengan PM Malaysia saat itu Mahathir Mohamad.
Menurut Anwar, kini merupakan saat yang tepat bagi Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, untuk mengemban posisi yang menonjol di Asia dan di penjuru dunia Muslim. "Dalam menanggapi pendekatan hangat Presiden Barack Obama kepada negara-negara Muslim dalam menjalin hubungan yang baru dengan AS, Yudhoyono bisa menjadi pelopor dan memegang kendali bagi arah kawasan (Asia)," tuturnya.
Namun, lanjut Anwar, berbagai tantangan berat masih menghadang Indonesia. Kemiskinan tetap menjadi isu serius di Indonesia dan pemerintah harus berupaya keras untuk melakukan perbaikan infrastruktur. "Selain itu sektor bisnis di Indonesia masih terkendala oleh rumitnya regulasi dan negara ini masih menanggung derita akibat korupsi dan penyuapan," papar ‘musuh’ Mahathir
Sumber :jakartapress.com